Kudus – Polres Kudus, Polda Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Implementasi Pelatihan AI Ready ASEAN secara offline di Aula Parama Satwika Polres Kudus, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, guru, serta orang tua sebagai bagian dari penguatan literasi digital di era kecerdasan artifisial.
Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI). Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN dan menargetkan lebih dari 5,5 juta warga ASEAN mendapatkan literasi dan kompetensi dasar AI.
Di Indonesia, program AI Ready ASEAN dijalankan bekerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), di antaranya Mafindo, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, serta Bebras Indonesia.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menngatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Perkembangan Artificial Intelligence tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa masyarakat, khususnya pelajar dan pendidik di Kabupaten Kudus, tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami aspek etika, keamanan, dan dampak sosial dari teknologi ini,” ujar AKBP Heru Dwi Purnomo, Kamis (19/2/2026).
Ia menambahkan, literasi AI menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas di ruang digital. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang AI dapat mencegah penyalahgunaan teknologi, seperti penyebaran hoaks, manipulasi konten, hingga pelanggaran privasi.
Materi pelatihan AI Ready ASEAN disusun dalam empat kategori utama, yakni AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan dan Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi dan Keamanan AI), serta Teaching About AI (Mengajar tentang AI). Kurikulum tersebut dirancang untuk empat sasaran utama, yaitu pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer.
Selain sesi tatap muka, peserta juga mendapatkan akses ke platform Learning Management System (LMS) melalui laman institute.mafindo.or.id sehingga dapat mengakses materi secara fleksibel dan berkelanjutan.
Sementara itu, perwakilan Mafindo, Izza menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif strategis untuk memberikan pelatihan dasar tentang kecerdasan artifisial kepada siswa, mahasiswa, guru, serta orang tua sebagai pendamping generasi muda, bekerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, Polres Kudus berharap tercipta masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, cakap digital, serta mampu memanfaatkan AI untuk hal-hal produktif dan positif, sejalan dengan upaya menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif di wilayah hukum Kabupaten Kudus.
